SELAMAT DATANG DI WEBSITE BANK HARTA MANDIRI
Mitra Anda Menuju Sejahtera
SELAMAT DATANG DI WEBSITE BANK HARTA MANDIRI
Mitra Anda Menuju Sejahtera
FOTO DIREKSI & KARYAWAN
Kehormatan, Kepercayaan, Pelayanan, dan Kerja Sama.
FOTO BERSAMA BUPATI, WABUP,SEKDAKAB INHIL,KETUA OJK,KETUA PERBARINDO DAN DIREKSI
Perayaan Hari BPR-BPRS NASIONAL 2019
FUN WALK 2019 - CFD TEMBILAHAN
“Bersama kita sehat, bahagia dan berguna!!”
BANK HARTA MANDIRI SIAP MEMBERIKAN PELAYANAN OPTIMAL KE MASYARAKAT
Pendalaman layanan keuangan (financial service deepening) yang ditujukan kepada masyarakat

Kepemilikan dalam suatu sistim jaminan utang tetap berada pada pihak debitur, mencakup juga kekuasaan untuk menguasai dan memungut hasil dari benda objek jaminan utang. Titel kepemilikan debitur atas benda objek jaminan utang tersebut baru berakhir setelah adanya wanprestasi terhadap utang yang dijamin dan dilakukan eksekusi yang sah sesuai hukum yang berlaku. Jadi, menurut teori jaminan benda ini objek jaminan utang dimaksudkan bukan untuk dinikmati hasilnya, melainkan hanya sebagai jaminan saja, untuk berjaga-jaga apabila utang memang tidak terbayar nantinya. Ketika utang memang tidak terbayar, harga pembayarannya akan diambil dari hasil penjualan benda objek jaminan utang menurut asal muasalnya.

Bank sebagai badan usaha yang memberikan kredit kepada debitur wajib melakukan upaya pengamanan agar kredit tersebut dapat dilunasi debitur yang bersangkutan. Kredit yang tidak dilunasi oleh debitur baik seluruhnya maupun sebagian akan merupakan kerugian bagi bank. Kerugian yang menunjukkan jumlah yang relatif besar akan memengaruhi tingkat kesehatan bank dan kelanjutan usaha bank. Oleh karena itu, sekecil apapun nilai uang dari kredit yang telah diberikan kepada debitur harus tetap diamankan sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Secara umum pengamanan kredit dapat dilakukan melalui tahap analisis kredit dan melalui penerapan ketentuan hukum yang berlaku.

Karena seorang pemimpin memegang baik-buruk nasib orang- orang yang dipimpinnya . (Hal 119)
Pak bin bilang sekolah bukan hanya tempat belajar menulis dan membaca. Sekolah juga tempat belajar banyak hal.  Dengan sekolah akan banyak kesempatan yang datang, masa depan yang lebih baik, kesenangan, keriangan. Jangan pernah berhenti percaya tentang itu (Hal 147)
Jangan pernah membenci mamak kau, Burlian. Jangan pernah.  Karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah dia lakukan demi kau, Amelia, Kak Pukat, dan Kak Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya belum sepersepuluh dari pengorbanan , ras cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian (hal 205)
Sepeda baru kau. Cincin kau Mamak gadaikan untuk membeli sepeda baru kau.  Enam bulan lalu, waktu kau menangis marah-marah, berteriak bilagn Mamak bohong, Mamak tidak menepati janji, esok harinya Mama memutuskan membawa cincin itu ke Kota. Mamak menggadaikan cincin ke toko Koh Acan.  Kau tahu, Burlian, bagi Mamak, kau adalah segalanya (hal 217)

Ditjen Pajak mencabut Perdirjen Pajak Nomor 32/PJ/2010 tentang Pelaksanaan Pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu. Perdirjen No.32/2010 merupakan turunan dari PMK No. 208/PMK.03/2009 tentang Penghitungan Besarnya Angsuran Pph dalam Tahun Pajak Berjalan yang Harus Dibayar Sendiri oleh Wajib Pajak Baru, Bank, Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsi, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Wajib Pajak Masuk Bursa, dan Wajib Pajak Lainnya. Adapun PMK 215/2018 secara umum mengatur penghitungan angsuran penghasilan PPh Pasal 25 bagi WP khususnya perbankan diperlonggar.

Dalam usaha perbankan secara umum dan khususnya BPR, yang menjadi sumber pendapatan adalah dari kredit yang disalurkan. Atau boleh disebut berasal sumber pembayaran pinjaman dari nasabah. Jika pembayaran angsuran dari nasabah itu lancar, maka pendapatan bank akan lebih besar, tetapi jika menunggak, maka bisa akan menyebabkan kerugian bagi Bank. Maka untuk mencegah nasabah menunggak, maka bank melakukan prinsip kehati-hatian dalam memberikan pinjaman kepada nasabah. Dalam memberikan kredit bank selalu memastikan bahwa calon nasabah sanggup dan benar benar mampu untuk mengembalikan pinjaman yang dberikan oleh bank.