Perbankan yang bekerja dengan memanfaatkan cara tradisional akan memusatkan fokus mereka pada pengalaman nasabah membutuhkan pengalaman dari perbankan yang lebih cepat dan  mudah diakses yang hanya di dunia digital. Sebagai contoh, perbankan yang tidak dapat dihubungi melalui email maupun sosial media akan menyulitkan nasabah ketika membutuhkan informasi yang tidak mengharuskan nasabah untuk melakukan panggilan telfon. Saat ini, banyak nasabah yang lebih memilih untuk menghubungi perusahaan melalui email atau sosial media untuk menanyakan hal-hal kecil. Jadi, disini peran pimpinan IT perbankan harus mulai memikirkan cara terbaik agar nasabah mudah menghubungi perusahaan.

Selain komunikasi nasabah dengan perusahaan, pihak perbankan juga harus mulai memikirkan bagaimana dapat bekerja lebih efiensi untuk tim marketing maupun tim sales dengan metode pengumpulan data yang lebih terpusat. Memaksimalkan data sebagai alat untuk meningkatkan kualitas sumber daya perusahaan dalam menemukan nasabah-nasabah berkualitas dan memiliki loyaitas yang tinggi. Seperti CRM untuk perbankan sebagai alat pemusatan data agar memaksimalkan peluang-peluang dari prospek berkualitas. Dalam beberapa tahun terakhir kita bisa melihat kemauan perbankan dalam memanfaatkan teknologi seperti internet banking, mobile banking atau bahkan pengembangan aplikasi perbankan yang memudahkan nasabahnya dalam melihat, mengirim uang smartphone. Peran teknologi tersebut memang sudah sangat membantu pelanggan dalam dunia perbankan.

 

4 Strategi Agar Bank Bertahan di Era Transformasi Digital

  1. Bank-bank harus menjalin kerja sama dengan fintechatau membuat produk fintech.Langkah ini sudah dimulai oleh beberapa bank yang menggandeng fintech untuk melengkapi produk mereka bahkan ada yang sudah membuat produk fintech sendiri.
  2. Membangun digitalisasi proses. Dengan digitalisasi proses, peran manusia yang berbiaya besar akan berkurang secara signifikan. “Di sini diperlukan tidak hanya komiten manajeman dalam memperkuat infrastruktur berbasis teknologi, tapi juga kesiapan manajemen mengubah organisasi, pola kerja, dan kebutuhan skillSDM yang baru.
  3. Bank-bank harus mahir menggunakan data analytics. Kemampuan ini dibutuhkan untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat tentang permasalahan yang sedang dihadapi berdasarkan data mentah yang dikumpulkan.
  4. Bank-bank harus mampu mengoptimalkan digital marketingDigital marketingmemungkinkan produk bank bisa dipasarkan secara cepat, masif, dan dengan daya jangkau yang lebih luas.

Faktor leadership juga menjadi hal yang penting dalam proses tranformasi ini yaitu dalam pengambilan keputusan strategis. “Risiko yang dihadapi manajemen bukan hanya risiko operasional di perbankan digital, tapi juga risiko operasional yang dipengaruhi perubahan organisasi.