Kali ini kita akan membahas apa sih itu literasi dan inklusi keuangan, apa tujuannya, kapan dilakukan/ dilaporkan, dimana dan siapa target literasi dan inklusi keuangan, kenapa itu penting dan bagaimana peranannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ?????

Yuk !!!!! langsung kita bahas saja…..

Literasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan, yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan (POJK No 76/POJK.07/2016)

Inklusi Keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat (POJK No 76/POJK.07/2016)

Siapa sih yang melakukan literasi dan inklusi keuangan ini ?

Yang melakukan literasi dan inklusi keuangan yaitu PUJK (pelaku usaha jasa keuangan) dalam hal ini BPR (Bank Perkreditan Rakyat) berperan aktif dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan .

Tujuan Literasi Keuangan ini yaitu untuk :

a.meningkatnya kualitas pengambilan keputusan keuangan individu; dan

b.perubahan sikap dan perilaku individu dalam pengelolaan keuangan menjadi lebih baik,

sehingga mampu menentukan dan memanfaatkan lembaga, produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Konsumen dan/atau masyarakat dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Kegiatan yang dilakukan BPR untuk meningkatkan literasi keuangan yaitu :

Melakukan Edukasi kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat yang belum mengenal BPR / lembaga jasa keuangan serta melakukakan pengembangan infrasturktur yang mendukung literasi keuangan bagi masyarakat.

Tujuan Inklusi Keuangan yaitu untuk :

  1. meningkatnya akses masyarakat terhadap lembaga, produk dan layanan jasa keuangan BPR;

  2. meningkatnya penyediaan produk dan/atau layanan jasa keuangan oleh PUJK yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat;

  3. meningkatnya penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat; dan

  4. meningkatnya kualitas penggunaan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Kapan sih PUJK/BPR Melakukan literasi dan inklusi keuangan :

Literasi dan inklusi keuangan dilakukan sebagai program tahunan BPR, BPR berkewajiban melaporkan rencana dan realisasi literasi dan inklusi keuangan kepada OJK dan wajib dicantumkan kedalam rencana bisnis BPR.

Rencana literasi dan inklusi keuangan dilaporkan ke OJK paling lambat tanggal 15 Desember setiap tahunnya.

Realisasi literasi dan inklusi keuangan dilaporkan ke OJK persemester paling lambat tanggal 31 juli untuk semester pertama dan tanggal 31 januari untuk semester kedua setiap tahunnya.

Dimana dan kepada siapa BPR melakukan literasi dan inklusi keuangan ?????

BPR lebih sering melakukan kegiatan literasi dan inklusi keuangan di sekolah-sekolah .

Target BPR melakukan kegitan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat :

  1. Pedagang

  2. Pelaku UMKM

  3. Perempuan

  4. Pelajar

  5. Mahasiswa

  6. Pemuda

  7. Pensiunan

  8. Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

  9. Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI)

  10. Keluarga Tenaga Kerja Indonesia (KTKI)

  11. Disabilitas

  12. Kelompok masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

  13. Masyarakat daerah tertinggal, terpencil, dan terluar

  14. Komunitas

  15. Masyarakat umum

 

Kenapa literasi dan inklusi keuangan itu penting ?

Literasi keuangan itu menjadi penting khususnya dalam program edukasi kepada masyarakat agar masyarakat lebih mengetahui kegunaan dan perananan perbankan serta untuk meningkatkan inklusi keuangan agar mencapai tujuan yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana cara PUJK / BPR meningkatkan kesejahteraan masyrakat melalui program literasi dan inklusi keuangan ini ?

Yaitu dengan Tersedianya akses keuangan perlu dibarengi program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan manajemen usaha oleh masyarakat.

Sebagai contoh, ketika ada orang yang tinggal di desa memiliki usaha tetapi dia tidak tahu caranya mengajukan kredit ke lembaga keuangan bank atau BPR, dia berpotensi lari ke lintah darat. "Coba kalau dia tahu lembaga keuangan yang formal maka bisa membandingkan. Bagaimana bunga kredit perbankan yang lebih rendah," .

Contoh lain adalah orang yang memiliki uang tetapi tidak memiliki tingkat literasi yang cukup berpotensi menjadi korban investasi bodong. "Dia tidak tahu kalau investasi di lembaga keuangan lebih menarik missal tabungan , deposito, reksadana atau saham," .

Oleh karena itu, pihak BPR / Lembaga Jasa Keuangan perlu melakukan upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat baik di desa maupun yang tinggal di kota.