Pertama tama penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Team BPR Harta Mandiri yang mana telah memberikan kesempatan kepada saya untuk membuat sebuah artikel tentang pelatihan yang diadakan di Gedung Telaga Puri Tembilahan, INHIL - RIAU pada tanggal 13 JULI 2019. Disini penulis akan sedikit memberikan ulasan mengenai acara tersebut, yang mana dalam acara tersebut juga dihadiri oleh SEKDA INHIL, KADIS PARIWISATA INHIL, KETUA DPD PERBARINDO RIAU, DEWAN PENGAWAS/KOMISARIS BPR-BPRS SEPROVINSI RIAU, DEWAN DIREKSI BPR-BPRS SEPROVINSI RIAU, karyawan/karyawati BPR-BPRS seprovinsi RIAU dan para tamu undangan yang tidak bisa penulis sebutkan, serta yang pastinya bersama narasumber kita yaitu Bapak Ir. Sony Chazali.

Apakah yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0 ?? , Revolusi industri 4.0 adalah merupakan dampak dari perkembangan zaman yang semakin modern & canggih dimana pada masa ini seluruh kegiatan didunia perindustrian akan sangat tergantung oleh teknologi & digitalisasi atau lebih tepatnya penggabungan teknologi dengan sistem digital, sehingga terjadi teknologi yang cerdas dan otonom.

Mengapa kita perlu menghadapi Revolusi Industri 4.0, karena seiring berjalannya waktu lambat laun revolusi tersebut pasti akan berpengaruh terhadap perbankan, dengan adanya industri 4.0 kedepannya orang tidak membutuhkan bank tetapi cukup hanya dengan banking activity saja. bahkan  untuk saat ini artificial intelligence ( AI ) / robot cerdas sudah mulai menggantikan SDM dalam pelayanan/service diperbankan konvensional ( contoh : BNI, BRI, BCA & MANDIRI ). Jadi jika kita sebagai SDM tidak mau mengikuti/mengupgrate ilmu kita maka sudah pasti lambat laun SDM kita akan digantikan oleh robot cerdas tersebut.



Foto karyawan/i Bank Harta Mandiri yang sedang mengikuti pelatihan


Dimana Revolusi Industri 4.0 terjadi, khusus diindonesia untuk saat ini beberapa Bank konvensional sudah menerapkannya, seperti contoh bank-bank yang disebutkan diatas tadi, bahkan tidak mustahil untuk kedepannya BPR-BPRS juga akan menerapkan.

Kapan Revolusi industri 4.0 diterapkan, Untuk BPR-BPRS memang saat ini masih agak berat untuk menerapkannya, karena mungkin terpengaruh oleh beberapa faktor diantaranya :

  • SDM ( Generasi GAPTEK )
  • TI ( Teknologo Informasi ) karena sebuah ketakutan/ketidaktahuan manajemen & Pegawai Staff untuk merubah dari taransaksi analaog ke Transaksi Digital.
  • SELLING & SERVICE ( Manajemen & Pegawai Staff belum tanggap atas perubahan nasabah kegenerasi digital ).
  • REGULASI ( kebijakan & SOP BPR/BPRS sendiri & peraturan OJK, POJK No. 12/POJK.03/2016 tentang kegiatan usaha dan wilayah jaringan kantor BPR/BPRS berdasarkan modal inti ).

Siapakah Pelaku Revolusi Industri 4.0, Pada dasarnya pelaku industri 4.0 itu adalah teknologi dengan sistem digitalisasi, karena dengan jaman yang semakin modern & canggih sudah pasti SDM yang tidak mau mengikuti perubahan akan tersisih secara berlahan, oleh karena itu selalu upgarde pengetahuan kita. jangan pernah puas dengan ilmu yang kita miliki selalu belajar...belajar & belajar.

Bagaimana kita mengahadapi Revolusi Industri 4.0, Melihat kendala yang kita hadapi seperti hal diatas ( SDM, TI, SELLING & SERVICE, SERTA REGULASI ), maka diperlukan beberapa tindakan sebagai berikut  :

  • SDM ( GENERASI GAPTEK ), Manajemen/ pimpinan BPR-BPRS harus merubah cara pandang leadership kovensional ke leadership Zaman Now, pahami satu sama lain, & berikan pelatihan tentang strategi memimpin karyawan zaman now.
  • TI ( TEKNOLOGI INFORMASI ), kita harus melakukan digital banking, Pengadopsi Internet Of Things ( IoT ), Penggunaan Big Data, Penggunaan Blockchain & Kolaborasi antar BPR Maupun dengan Bank Umum ( Sehingga tidak perlu buka cabang cabang ).
  • SELLING & SERVICE, Produk dan service dengan menggunakan Internet Of Things & Big Data.
  • REGULASI, Kaji/review kembali kebijakan & SOP BPR-BPRS disesuaikan dengan perkembangan revolusi industry 4.0, Mengajukan perubahan Peraturan OJK POJK No. 12 /POJK.03/2016 tentang kegiatan usaha & wilayah jaringan kantor BPR-BPRS berdasarkan modal inti melalui organisasi perbarindo pusat agar penerapan mobil banking salah satu pilar dari digital banking dapat dilakukan seluruh BPR-BPRS tanpa melihat modal inti, karena permasalahan security TI dapat diselesaikan dengan penerapan sistem blockchain.