Menurut hemat saya, hampir semua data pribadi kita di dunia maya itu ada. Kita sendirilah yang memberikan itu ke public domain. Di mana semua orang bisa melihat. Permasalahannya,masih banyak dari kita Pengguna internet yang tidak pernah tahu akan imbas dari data-data yang telah kita publish melalui internet tersebut. Data pribadi kita di dunia maya biasanya diperjual belikan kepada pihak ketiga yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan, berdasarkan beberapa kasus cybercrime penulis dapat menyimpulkan korban tidak hanya di gaet melalui telepon atau sms, tapi juga menggunakan media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat, yaitu facebook dan Instagram.


Gambar Ilustrasi


Menurut hemat saya, hampir semua data pribadi kita di dunia maya itu ada. Kita sendirilah yang memberikan itu ke public domain. Di mana semua orang bisa melihat. Permasalahannya,masih banyak dari kita Pengguna internet yang tidak pernah tahu akan imbas dari data-data yang telah kita publish melalui internet tersebut.

Data pribadi kita di dunia maya biasanya diperjual belikan kepada pihak ketiga yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan, berdasarkan beberapa kasus cybercrime penulis dapat menyimpulkan korban tidak hanya di gaet melalui telepon atau sms, tapi juga menggunakan media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat, yaitu facebook dan Instagram.

Maraknya perkembangan aplikasi teknologi keuangan (fintech) yang memberikan pinjol(pinjaman online) saat ini,merupakan salah satu celah bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memanfaatkan data pribadi kita tersebut, yakni melakukan pinjol ke beberapa fintech dengan menggunakan data pribadi yang didapat dari sosial media dan lainnya. Aplikasi ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan uang cepat dan mudah, tetapi karena beberapa kasus yang sontak terdengar akhir-akhir ini membuat kita malah was-was.

Berkaca dari tindak kejahatan inilah kenapa kita harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan privasi terhadap informasi data pribadi kita.

Berikut beberapa cara meningkatkan perlindungan privasi bisa dimulai dengan menerapkan hal-hal berikut:

  1. Rutin melakukan pemerikasaan pengaturan keamanan dan privasi pada setiap media sosial yang digunakan. Pastikan kita memahami fungsi tiap pengaturan tersebut.
  2. Selalu gunakan password dengan kombinasi angka dan huruf besar.
  3. Berhati-hatilah saat menggunggah foto dan scan dokumen online seperti kartu identitas, tiket, dan dokumen penagihan.
  4. Berhati-hatilah dalam menggunakan Wi-Fi umum. Mungkin terlihat aman, namun tidak sebenar nya. saya bisa memastikannya.
  5. Jangan memberikan akses sembarangan kepada aplikasi(biasanya aplikasi android yg baru diinstall) yang ingin mengakses galeri atau media penyimpanan kita.
  6. Pada saat mengisi data pada suatu situs, pastikan terlebih dahulu bahwa situs tersebut memiliki kebijakan privasi yang memastikan data pribadi Anda terlindungi dengan aman pada situs tersebut. Pelajari juga poin-poin yang terkandung pada kebijakan tersebut sebelum menyetujui nya.

Ingat kejahatan cyber akan selalu ada dan hadir dengan berbagai modus. Akan lebih baik apabila kita selalu waspada untuk melindungi data-data pribadi kita. Jangan terlalu percaya atau tergiur dengan informasi berhadiah yang hanya berujung penipuan. Cermatlah saat berselancar secara online sangat diperlukan agar terhindar dari hal-hal yang merugikan dan muncul penyesalan di kemudian hari.